Senin, 16 Desember 2024

Adat dan Adab Besemah



Adat dan adab di daerah Besemah pada masa sekarang ini dijadikan sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari oleh para penduduknya. Adapun adat dan adab yang berlaku sekarang isinya mencakup sebagai berikut: 


1. Sundi, ialah bahasa yang meliputi tutur kata didalam pergaulan. Tutur kata diatur jangan sampai menyinggung perasaan atau menyinggung adat maupun adab, serta memisahkan tata cara bertutur kata dengan orang yang dimalui dan disegani. 


 2. Sundat, ialah tutughan (bahasa perantara) karena tidak dapat (larangan) memanggil nama dalam pergaulan baik laki-laki maupun perempuan walaupun ia sekeluarga, demikian juga terhadap kakak ipar. 


3. Singkuh, ialah garis pemisah antara yang disegani dengan yang dimalui, pemisah antara anak kandung dengan menantu didalam pergaulan sehari-hari, antara suami adik dengan kakak perempuan. Maka dengan demikian akan diketahui antara mereka anak dengan menantu dan menantu dengan mertua, keatas ia segan kebawah ia malu. Singkuh ini lebih ditekankan pada hubungan/komunikasi antara lelaki dengan perempuan baik didalam satu keluarga ataupun lain keluarga.


4. Likuh, ialah adab terhadap perempuan atau sebaliknya, hingga tatakrama menunjukan kesopanan dalam pergaulan. Tidak menikahi perempuan yang masih seketurunan, pacak (pantas) jadi adik tau bertandang. 


5. Tutughan atau tutuwan : 

- Mamak, adalah panggilan kepada seseorang yang sudah agak tua / paruh baya baik dikenal maupun belum. Cara memanggil menyapa didahului dengan kata mamak. 

Panggilan mamak juga digunakan untuk panggilan orang yang disegani dan dimalui. Khusus untuk memanggil adik ayah atau suami dari makcik (peghibungan) disertai dengan nama anaknya seperti Mamak Zaki, berarti Mamak mempunyai anak bernama Zaki. 

Seorang menantu belum mempunyai juriat (keturunan) maka menantu laki-laki memanggil mertua dengan mamak dan istri memanggil mertua dengan Uwak. Jika telah mempunyai juriat (keturunan) maka panggilan Mamak berubah menjadi Beliau Banyak dan Uwak menjadi Beliau tu. 

Ucapan Beliau adalah penghormatan yang paling tinggi. 

Muanai adalah istilah atau panggilan kepada saudara lelaki baik kakak atau adik. Contoh: siAnu muanai Susi, artinya siAnu adalah saudara laki-laki dari Susi.

Kelaway adalah istilah atau panggilan kepada saudara perempuan.

Dengsanak adalah panggilan atau sebutan untuk saudara yang lebih tua, baik dari lelaki kepada kakak laki-laki, atau perempuan pada kakak perempuannya.


Kata-kata untuk menyahuti orang yang dihormati adalah : 

•Ndikeu adalah "aku" atau "punyaku" bukan kamu, kata kamu hanya khusus untuk lelajeu (orang2/sekumpulan orang) yang berkelompok. Kemudian istri memanggil suami dengan kata kenan (kata lain dari 'beliau'). 

• Kenambeu, panggilan atau cumbuan dengan anak adik atau kakak perempuan, menandakan keturunan dekat telah bersilang darah. 

Nakan, panggilan dengan anak muanai atau menantu muanai merupakan panggilan kasih sayang dari pengibuan dengan anak muanai.

Jumat, 22 Juli 2022

Masumai

Salah satu cerita urban legend di wilayah lembah pegunungan Dempo yang cukup terkenal, dan menjadi cerita dongeng pengantar tidur bagi anak-anak yang bandel atau nakal di masyarakat seputaran lembah Dempo. Cerita tersebut adalah cerita legenda tentang Masumai, yaitu makhluk yang digambarkan dengan penampakan yang sangat menyeramkan. Makhluk ini digambarkan berbadan tinggi besar, berkulit hitam dan berbulu, mempunyai tanduk atau cula dikepalanya. Matanya besar melotot dan berwarna merah darah, berhidung besar, tangan besar dan panjang menjuntai hingga melebihi lututnya ditutupi oleh jubahnya yang panjag. Mereka bergerak dengan tidak menapak tanah, bergerak dengan melayang-layang di udara dengan jubah yang berkibar-kibar. Bagi yang pernah menonton film fiksi Harry Potter mungkin lebih tepat apabila Masumai ini digambarkan sebagai Dementor, bedanya Masumai ini dapat berwujud atau menyerupai manusia untuk mengelabui manusia yang ditemuinya.

Bagi masyarakat di seputaran Tanah Besemah di Lembah Dempo, Masumai ini adalah hantu penculik manusia, bagi manusia yang telah diculiknya tidak akan pernah kembali lagi ke keluarganya. dan apabila ada yang masih dapat kembali lagi ke keluarganya itupun sudah kembali dalam keadaan linglung atau gila. Dan di kalangan pendaki Gunung Dempo, juga selalu ditekankan akan adanya legenda masyarakat ini. Apabila akan mendaki gunung hendaknya tidak berbuat hal-hal yang melanggar norma susila, karena Masumai ini sangat membenci pelanggaran norma susila di daerah kekuasaan mereka, yaitu di daerah gunung. Dikarenakan sudah banyak cerita dari zaman dahulu, tentang pendaki gunung Dempo baik dari masyarakat luar ataupun masyarakat keturunan orang Besemah yang hilang dan dianggap telah dimakan oleh Masumai.  Masumai ini sangat ditakuti apabila mereka sudah turun gunung, waktu turunnya mereka adalah menjelang fajar atau sore menjelang malam. Apabila ada anggota masyarakat yang hilang dan tidak pernah kembali itu biasanya diasumsikan sudah "dimakan" Masumai.

Oleh sebab itu pada masyarakat di sekitar pegunungan dan lembah Gunung Dempo, ditanamkan kepercayaan apabila sudah menjelang malam ataupun sebelum fajar khusus anak-anak diwajibkan untuk sudah berada di rumah masing-masing untuk menghindari Masumai ini. Konon cerita manusia yang diculik atau ditangkap oleh Masumai ini, apabila yang dewasa akan dijadikan korban persembahan untuk sesembahan mereka, dan untuk anak-anak yang masih kecil akan dijadikan pengikut mereka menjadi anak buah gerombolan Masumai yang berwujud setengah manusia setengah jin.

Gerombolan Masumai ini telah hidup beribu-ribu tahun lalu di kawasan puncak Gunung Dempo dan sekitarnya, mereka mempunyai masa hidup yang panjang bisa ratusan tahun bahkan ribuan tahun. Gerombolan Masumai ini dipimpin oleh seorang Ratu, dengan wilayah kekuasaan meliputi Gunung Dempo dan sekitarnya. Lembah Dempo menjadi wilayah yang mencekam dan menakutkan diwaktu menjelang malam hingga menjelang fajar, penculikan sering terjadi baik dewasa maupun anak-anak. Walaupun pengawasan ketat diberlakukan untuk anggota keluarga, tetapi masih saja ada warga yang kehilangan salah satu anggota keluarganya. Peristiwa ini sering terjadi di waktu bulan purnama.


Menurut cerita tetua-tetua masyarakat di jaman dulu, pernah kejadian dalam satu waktu satu keluarga disaat menjelang malam sedang berkumpul untuk makan malam dirumahnya. Tanpa diketahui kapan dan dimana asalnya, sekonyong-konyong datanglah Masumai yang berbadan tinggi besar, hitam dan berbulu dengan jubah panjangnya, matanya melotot merah dengan gigi taring yang besar dengan tanduk di kepalanya. Tanpa aba-aba dan isyarat apapun Masumai itu mengambil salah satu anak kecil mereka dan langsung membawanya pergi di kegelapan malam. Seluruh anggota keluarga tersebut terkejut dan dalam keadaan mencekam, mereka tidak dapat berbuat apa-apa. Mereka seolah-olah terhipnotis dengan penuh ketakutan akan kedatangan Masumai tersebut, selang beberapa saat mereka baru sadar akan hal yang sedang terjadi. Dan mereka melakukan pengejaran, akan tetapi hanya bebauan wangi bunga saja yang tercium di udara dan sosok yang mereka kejar telah hilang entah kemana. Kejadian tersebut terjadi secara berulang-ulang tanpa dapat dicegah.

Masyarakat di sekitaran Lembah Dempo akhirnya hafal dengan tanda-tanda kehadiran Masumai itu, ialah apabila pada masa bulan purnama, matahari sudah tidak menampakkan lagi sinarnya dan muncul wewangian bunga. Maka bersiaplah, untuk saling menjaga sesama anggota keluarga agar tidak keluar dari rumah atau tempat tinggal mereka. 

Demikianlah kejadian tersebut terjadi hingga beratus-ratus tahun, hingga hadirnya tiga Dewa legenda Besemah yang mengubah keadaan, mereka mampu melawan dan mengendalikan para Masumai sehingga tidak lagi menganggu kehidupan manusia di kawasan Lembah Dempo. Para Dewa itu yaitu Diwe Atung Bungsu, Diwe Gumay, Diwe Semidang, mereka menjadi Tiga Serangkai penguasa Kawasan Lembah Dempo, sehingga tercipta kehidupan yang damai tenteram di masyarakatnya. Selain itu Tiga Serangkai ini menetapkan batas wilayah kekuasaan antara manusia dengan para Masumai, yaitu para Masumai hanya berhak mendiami kawasan di seputaran puncak Gunung Dempo saja.

Selasa, 04 Februari 2020

besemah com

Banyak besi yang berkarat,
             Karena umurnya sudah tua
     Banyak Orang menjadi sesat,
                    Karena sudah dipengaruhi harta

Dari desa pergi ke kota,
              Tujuan untuk membeli kain
      Apa gunanya kaya harta,
                     Tetapi jiwa sangatlah miskin

Burung Tiung burung Bayan
               Diatas dahan bergembira ria
        Apa guna kekayaan,
                      Jika hidup tak bahagia

Senin, 29 April 2019

Old S V M A T R A

Peta Sumatera Jaman Old











Kopi Robusta Besemah

Pada awal mulanya kopi bisa sampai di Indonesia karena peran serta Belanda yang menerapkan sistem tanam paksa tanaman kopi di Indonesia menjadikan kopi sebagai komoditi dagang yang utama. Mengingat pada waktu itu, kopi mulai banyak diminati sebagai minuman tanpa alkohol yang banyak disukai. Dengan demikian pemerintah belanda mendatangkan Kopi dari malabar India yang lebih dulu menuai kesuksesan di budidayakan di sana. Pembukaan lahan untuk perkebunan kopi pada awalnya hanya di wilayah Pulau jawa, namun setelah mengalami beberapa kegagalan dan akhirnya menuai keberhasilan belanda mulai ingin memperluas perkebunan kopi di Indonesia. Hal tersebut dilakukan belanda untuk Hampir seluruh di wilayah nusantara memang diharuskan untuk menanam tanaman kopi, salah satunya adalah Pulau Sumatera. Sejak saat itu lah Sumatera menjadi sentra kopi di Indonesia dengan beberapa jenis kopi yang laku keras di dalam baik di luar negeri, mulai dari Kopi Aceh, Kopi Aceh, Kopi Sindikalang, Kopi Besemah, dan juga kopi Lampung.

Kopi Besemah, Kopi Asal Sumatera Selatan

Sumatera selatan merupakan salah satu propinsi di Indonesia dengan ibukota propinsi yaitu Palembang. Di Propinsi ini terdapat beberapa sentra perkebunan kopi yang sejak dulu sudah menjadi pemasok kopi di Indonesia hingga ke beberapa negara di luar negeri. Kopi Besemah merupakan kopi yang di dapat dari hasil perkebunan di beberapa wilayah di Sumatera Selatan. Sebut saja perkebunan kopi di Kabupaten Muara Enim, Kopo Semendo dari OKU timur, kabupaten lahat dan Empat Lawang. Namun kopi Besemah yang paling di minati adalah kopi yang berasal dari perkebunan Pagar Alam.
Pagar Alam ini merupakan kota yang berjarak sekitar 298 km dari Kota Palembang. Sejak dulunya kota ini memang telah menjadi sentra perkebunan kopi dengan hasil produksi yang bisa mencapai di negara Belanda, karena pada waktu itu Ratu belanda Yuliana menyukai ciatarasa Kopi Besemah ini. Citarasa kopi yang nikmat tentunya dihasilkan dari lingkungan perkebunan yang mendukung. Dimana jenis tanah di perkebunan kopi Besemah Pagar Alam ini memiliki tanah jenis latosol dan andosol. Jenis tanah tersebut merupakan tanah yang memiliki kesuburan yang cukup tinggi. Ketinggian tanah di pagar alam pun cukup beragam, dimana perkebunan kopi Besemah terletak di di dataran tinggi di sekitar pegunungan dan perbukitan di sekitar lereng Gunung Dempo. Jenis kopi yang ditanam di perkebunan kopi Besemah pagaralam merupakan jenis robusta. Kopi jenis ini memang sangat cocok di tanam pada wilayah yang memiliki ketinggian 400 hingga 800 mdpl. Apalagi suhu di sekitar Pagaralam berkisar 24- 30 derajad celcius dengan curah hujan 2000 hingga 3000 mm per tahun.


Citarasa Khas Kopi Besemah

Kopi yang sudah menunjukkan eksistensinya sejak zaman kolonial Belanda tersebut tentunya memiliki alasan mengapa banyak pecinta kopi yang menyukai citarasanya. Dimana dengan proses penanaman tanaman kopi beserta pengolahan pasca panen yang tepat menjadikan kualitas kopi Besemah menjadi lebih unggul dan memiliki citarasa yang khas dibandingkan jenis kopi lainnya. Hal tersebut dilakukan oleh petani kopi Besemah dengan perhatian penuh. 

Mulai memilih kopi yang telah matang benar yaitu berwarna merah delima. Selanjutnya biji-biji kopi pilihan tersebut dijemur dengan tingkat kekeringan tertentu. Setelah itupun masih terdapat proses penyortiran dengan pemilihan biji kopi berwarna kuning mengkilap. Setelah itu biji kopi bisa direndam dan dicuci, setelah proses tersebut biji kopi Besemah akan disangrai dengan suhu tertentu. Setelah di sangrai, biji kopi akan ditumbuk dengan menggunakan tumbukan manual yaitu menggunakan kayu. Setelah cukup halus masih harus di ayak untuk mendapatkan bubuk kopi yang halus. dalam proses penumbukkan, biji kopi Besemah pilihan tidak dicampur dengan bahan tambahan lainnya. 
Kopi Besemah ini memiliki ciri khas citarasa yang memiliki aroma yang kuat walaupun belum di seduh sekalipun. Kopi Besemah robusta ini memiliki rasa yang gurih saat di seduh. Saat diseduh, kopi ini memiliki kekentalan yang pas. Citarasa kopi Besemah Pagaralam akan sang sempurna untuk dinikmati ketika kopi masih panas.

Kendala Kopi Besemah Di Tengah Persaingan

Untuk menjadi kopi setingkat dengan kelas kopi Gayo ataupun kopi yang telah mendapat sertifikat speciality coffe, tentunya kopi Besemah masih perlu bebebah dalam berbagai bidang. Dimana belakangan ini produktivitas kopi Besemah belum sesuai dengan yang diharapkan. hal tersebut dikarenakan oleh beberapa hal yang menjadikan kendala kemajuan kopi Besemah hingga kembali ke ranah pasar internasional. Untuk bisa menjadikan kopi Besemah di ekspor ke luar negeri tentunya harus memperbaiki kualitas kopi di tingkat petani kendali pasar dalam penentuan harga dan pendistribusian kopi Besemah. Kondisi tersebut seringkali menimbulkan masalah hilangnya identitas asal kopi Besemah yang diakui atau diklaim produksi dari daerah lain. Disisi lain petani kopi Besemah Pagaralam harus memperbaiki pemrosesan biji kopi. Petani kopi Besemah sebaiknya jangan asal-asalan dalam proses panen ataupun pasca panen. Kopi Besemah harus bisa memenuhi syarat sebagai speciality kopi dan syarat kopi yang di ekspor. Tidak hanya itu kopi Besemah juga bisa mengikuti standar yang sesuai dengan kualitas komoditi yang diproduksi, yaitu sesuai dengan prosedur Good Agriculture Practice (GAP). Perlu diketahui GAP adalah penerapan sistem proses produksi pertanian yang menggunakan ramah lingkungan dan berkelanjutan. Dengan demikian petani kopi Besemah sebaiknya menerapkan penanaman organik yang tidak menggunakan obat berbahan kimia ataupun pestisida. Dengan demikian produk biji kopi Besemah akan memiliki kualitas yang bagus dari pengolahan biji kopi yang baik.

Peningkatan Citra Kopi Besemah

Untuk menjadikan kopi Besemah memiliki banyak peminat, tentunya pemerintah Provinsi Sumatera Selatan tidak hanya tinggal diam saja. Dimana pemerintah propinsi selalu berupaya dalam meningkatkan penjualan kopi Besemah namun disisi lain juga berupaya meningkatkan kualitas kopi Besemah sendiri. Salah satu upaya untuk meningkatkan jumlah penjualan kopi Besemah, pemerintah propinsi mengadakan beberapa cara dan festival.
Salah satunya adalah event South Sumatera Coffe Trips sebuah wisata kopi di Sumatera Selatan yang merupakan kegiatan wisata untuk mengunjungi tempat utama penghasil kopi. Tidak hanya di perkebunan dan pusat pengolahan kopi di Pagar alam saja. Namun event ini juga memiliki destinasi di Lahat dan Muara Enim yang juga merupakan sentra kopi di Sumatera Selatan. Dengan adanya kegiatan tersebut dimaksudkan untuk mensosialisasikan produk kopi Sumatera Selatan kepada wisatawan lokal maupun mancanegara.
Selain acara tersebut pemerintah juga memiliki acara yang bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan dan pariwisata Sumatera Selatan dan penggiat seni budaya pariwisata. Acara yang dilaksanakan pada tahun 2016 tersebut merupakan Festival Kopi. Tidak hanya itu pemerintah juga melaksanakan wisata halal 2017 yang merupakan event memperkenalkan kopi sebagai produk unggulan wilayah propinsi Sumatera Selatan. Dengan adanya upaya dari pemerintah tersebut, menunjukkan keseriusan Pemerintah Propinsi Sumatera Selatan untuk memajukan kopi asli daerah, sehingga kopi Besemah dapat bersaing di pasar internasional.

Kamis, 07 Juni 2018

Guritan Dusun Perdipe

Iluk pule pangkal guritan 
mane ringkih pangkal pantunan 
Ini die karang cerite 
cerite dusun bedame Perdipe 
dusun tue kate Puyang madaknye 

Perdipe…….. 

Negeri itu Mekkah kecik julukannye 
Nerangi besemah nga tanah Semende 
Ayik Lematang di lembaknye 
Talang Tumutan Tujuh itu badahnye… 

Tahun itu 1483 Masihi 
Tecatat dalam kitab Kahas 
sampai damenye tembe Syech Baharuddin name jemenye 
Nur Qodim itu gelarnye 
Puyang Awak anak cucung mantaunye 
Ncetuskah adat bedame SEMENDE 

Perdipe…. 

Begilir dame njadikanye 
becahaye San di Puyang Awak, Puyang Lebih Penghulu 
Hingge Ninik Kiaji Oemar ye meleginde 

Ini die ganjur guritan 
Pailah kite saling keruankah 
Hukum adat ditegakkah! 
Hukum agama dijalankah! 
Peturat diagungkah! 
Sepate didengarkah! 
Simbur cahaye jadi pesake semista! 

Di sane Tetegak Adat Semende 
Tecetus pule Lampik Empat Merdike Due 
Lembaga Adat Besendikah Agame Pencipte 
banyak pare ulame Kandik Negakkah Peturat di denie 

Mak ini ahi Perdipe tinggal cerite 
Luk negeri dik benyawe 
Banyak jeme dik tau asal-usulnye 
Banyak pule ye melupekanye 

Guritan la di lambung Lain waktu kite sambung


Numpang ngutip : by Erwinsyah (https://www.facebook.com/notes/padoe-persaudaraan-jeme-semende/guritan-dusun-perdipe-sejarah-tanah-semende/10151046867776899/)

Rabu, 05 April 2017

Peningkatan Tingkat Aktivitas Gunung Dempo

I. Pendahuluan
    G. Dempo mempunyai dua puncak yaitu: G.Dempo pada ketinggian 3.049  m dpl dan G.Marapi Dempo pada ketinggian 3.173 m dpl. Sejarah letusan Gunung Dempo tercatat sejak tahun 1818 dan hingga kini telah terjadi 21  kejadian. Letusan terakhir terjadi pada tanggal 1 Januari 2009. Frekuensi letusan tidak teratur, periode istirahat dan periode letusan tidak tetap. Jangka waktu terpendek periode istirahat adalah satu tahun sedangkan periode terpanjang adalah 26 tahun. Karakter letusan G. Dempo merupakan Letusan Freatik. Letusan Freatik umumnya berlangsung  secara tiba-tiba dan dalam waktu singkat. Sifat letusan G. Dempo yaitu: selalu mengeluarkan lumpur belerang, piroklastik dan air dari danau kawah yang cukup membahayakan bagi daerah sekitarnya. Dampak bahaya letusannya umumnya  bersifat lokal dan tersebar di sekitar pusat letusan.
      
    II. Visual
      Hasil pemantauan visual yang dilakukan dari Pos PGA Dempo ke puncak G. Dempo pada periode 1 Desember 2016 – 26 Maret 2017, secara umum sebagai berikut:
      • Januari 2017. Cuaca cerah – hujan, hembusan asap nihil
      • Februari 2017. Cuaca cerah – hujan, hembusan asap nihil
      • 1 - 26 Maret 2017. Cuaca cerah – hujan, hembusan asap putih tipis, tinggi asap             ± 50 m.
      • 27 Maret – 4 April 2017. Cuaca cerah – hujan, hembusan asap putih tipis, tinggi asap ± 50 m.

      III. Kegempaan
        • Januari 2017, terekam 33 kali Hembusan, 3 kali kejadian gempa Vulkanik Dangkal (VB), 18 kali kejadian gempa Vulkanik Dalam (VA), 1 kali kejadian gempa Tremor, 3 kali kejadian gempa Tektonik Lokal (TL), dan 23 kali kejadian gempa Tektonik Jauh (TJ).
        • Februari 2017, terekam 3 kali kejadian gempa Vulkanik Dangkal (VB), 5 kali kejadian gempa Vulkanik Dalam (VA), dan 5 kali kejadian gempa Tektonik Jauh (TJ).
        • 1 – 20 Maret 2017, terekam  13 kali kejadian gempa Hembusan, 10 kali kejadian gempa Vulkanik Dangkal (VB), 37 kali kejadian gempa Vulkanik Dalam (VA), 1 kali kejadian gempa Tektonik Lokal (TL), dan 26 kali kejadian gempa Tektonik Jauh (TJ).
        • 21 – 26 Maret 2017, terekam  50 kali kejadian gempa Hembusan, 2 kali gempa Tremor (menerus Amax 2 mm), 30 kali kejadian gempa Vulkanik Dangkal (VB), 88 kali kejadian gempa Vulkanik Dalam (VA) dan 14 kali kejadian gempa Tektonik Jauh (TJ).
        • 27 Maret – 4 April 2017, terekam  54 kali kejadian gempa Hembusan, gempa Tremor (menerus Amax 1 – 4 mm), 28 kali kejadian gempa Vulkanik Dangkal (VB), 39 kali kejadian gempa Vulkanik Dalam (VA) dan 14 kali kejadian gempa Tektonik Jauh (TJ).

        IV. Evaluasi
          Hasil pengamatan visual G. Dempo yang dilakukan dari Pos PGA Dempo, pada tanggal 21 Maret – 4 April 2017 terlihat hembusan asap putih tipis, tinggi asap ± 50 m. Hasil pengamatan kegempaan G. Dempo pada periode 21 Maret – 4 April 2017, menunjukan peningkatan bila dibandingkan dengan data sebelumnya.

          V. Potensi Bahaya
            Letusan Freatik berupa abu dan hujan lumpur bisa terjadi tiba-tiba yang jatuh dalam radius 3 km dari pusat letusan.

            VI. Kesimpulan
              • Terjadi peningkatan aktivitas G. Dempo, yang ditunjukkan baik data visual maupun data kegempaan.
              • Berdasarkan data visual dan data kegempaan hingga tanggal 4 April 2017 maka tingkat aktivitas G.Dempo dinaikan dari level I (Normal) menjadi Level II (Waspada) sejak tanggal 5 April 2017 pukul 16.00 WIB.
                
              VI. Rekomendasi
              Sehubungan dengan peningkatan tingkat aktivitas G. Dempo menjadi Level II (WASPADA), direkomendasikan sebagai berikut:
              1. Agar masyarakat, pengungjung/wisatawan tidak mendekati dan bermalam (camping) di pusat aktivitas kawah Marapi – G. Dempo dalam radius 3 km, mengingat kawah sebagai pusat letusan dan gas-gas vulkanik yang dapat membahayakan bagi kehidupan.
              2. Masyarakat di sekitar G. Dempo diharap tenang tidak terpancing isu-isu tentang erupsi G. Dempo, dan agar senantiasa mengikuti arahan dari BPBD dan Pemerintah Kotamadya Pagaralam, Kabupaten Lahat dan Kabupaten Empat Lawang   yang senantiasa mendapat laporan tentang aktivitas G.Dempo.
              3. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi akan selalu berkoordinasi dengan BNPB, BPBD Provinsi Sumatera Selatan dan BPBD Kotamadya Pagaralam, Kabupaten Lahat dan Kabupaten Empat Lawang   dalam memberikan informasi tentang kegiatan G. Dempo


              Sumber : http://www.vsi.esdm.go.id/index.php/gunungapi/aktivitas-gunungapi/1518-peningkatan-tingkat-aktivitas-g-dempo

              Kamis, 30 Maret 2017

              Aksara Kaganga, Surat Uluan..care jeme baghi bekomunikasi

              Setelah searching di beberapa blog pecinta sejarah.. akhirnya kutemukan beberapa contoh aksara yang dipakai pada jaman dahulu berupa Aksara Surat Uluan (Besemah & Kerinci), Aksara Kaganga (Rejang Lebong),. Hal ini perlu kita pelajari, karena kita dapat membaca sejarah peradaban masa lalu di daerah kita tercinta.




              Selasa, 12 April 2016

              Kapitan Rambai Kace

              dbie tu ka dituliskah... rupuk'an kemane-mane.......... laju inilah ye dibuat... Asekah lemak balek dusun kuday..
              gambar dusun laman..

              Minggu, 31 Januari 2016

              Petai Cina, Ulam jemekite... Ade Rupenye Manfaate..




              Sudah akrab mendengar tanaman petai cina? Yups, petai cina (Leucaena leucocephala) adalah tumbuhan yang memiliki batang pohon keras dan berukuran tidak besar.

              Dikutip wikipedia petai cina atau bisa disebut dengan lamtoro merupakan tanaman yang berasal dari Meksiko dan Amerika tengah. Tanaman ini sangat mudah tumbuh hingga sekarang telah menyebar ke berbagai bagian dunia.

              Petai cina oleh para petani di pedesaan sering ditanam sebagai tanaman pagar, pupuk hijau dan segalanya. Petai cina cocok hidup di dataran rendah sampai ketinggian 1500 meter di atas permukaan laut.



              Petai cina di Indonesia hampir musnah setelah terserang hama wereng. Pengembangbiakannya selain dengan penyebaran biji yang sudah tua juga dapat dilakukan dengan cara stek batang.

              Petai cina ini cukup menarik untuk kita ketahui manfaatnya bagi kesehatan. Biasanya kita mengenal petai itu berukuran besar, tapi untuk petai cina cenderung berukuran lebih kecil.
              Walaupun berbeda jauh untuk urusan khasiatnya bagi kesehatan petai cina juga tak kalah.

              Apa saja khasiatnya ?

              Seperti dikutip manfaatdaunku.com petai cina ini memiliki sifat netral serta rasanya agak pahit, dan sedikit manis. Dalam sebuah penelitian menyebutkan bahwa dalam petai cina banyak sekali kandungan zat baik itu menral maupun kalsium dengan kadar cukup tinggi yang sangat diperlukan oleh tubuh.

              Sehingga petai cina banyak digunakan untuk obat tradisional berbagai penyakit. Pada umumnya bagian yang digunakan dari tanaman petai cina ini adalah daun serta buahnya.


              Kandungan zat dalam tanaman petai cina antara lain protein, vitamin A, vitamin B1, vitamin C, zat besi, lemak, karbohidrat, fosfor, kalsium, energi.

              Dari kandungan yang terdapat pada tanaman petai cina tersebut, maka petai cina ini mempunyai manfaat yang luar biasa bagi kesehatan tubuh antara lain mengatasi disentri, menurunkan kadar gula dalam darah, menyehatkan kulit, membunuh cacing dalam tubuh, mencegah kanker dan diabetes.

              Benarkah Petai Cina Bisa Digunakan Untuk Menyembuhkan Diabetes?

              Petai cina juga bisa menjadi obat tradisional yang baik untuk penyakit yang tergolong beresiko tinggi salah satunya yaitu diabetes.

              Secara garis besar penyakit diabetes ini terjadi karena kadar gula dalam darah cukup tinggi. Penyakit diabetes ini sangat sulit dalam proses penyembuhannya.

              Petai cina bisa menjadi solusi untuk membantu menurunkan kadar gula dalam darah sehingga mengurangi penykit diabetes. Petai cina ini mampu menormalkan fungsi pankreas yang menghasilkan hormon insulin. Hormon insulin sendiri adalah suatu hormon yang mempunyai fungsi menormalkan kadar gula dalam darah.

              Cara membuat: digoreng tanpa minyak dan ditumbuk halus (dibuat bubuk). Kemudian ambil 1 sendok dan diseduh dengan air panas (seperti membuat kopi).

              Cara menggunakannya diminum 1 kali sehari 1 gelas dan dilakukan secara teratur.

              Petai Cina Untuk Mencegah Kanker? Ternyata Bisa.

              Radikal bebas merupakan penyebab utama seseorang terkena penyakit kanker. Radikal bebas ini merupakan suatu zat yang menyerang tubuh karena faktor lingkungan yang kurang sehat, polusi udara atau makanan.

              Radikal yang menyerang tubuh lama-kelamaan akan menimbulkan berbagai penyakit kanker. Untuk itu butuh antioksidan untuk menangkal radikal bebas yang menyerang tubuh.

              Petai cina ternyata mampu menjadi antioksidan yang baik untuk menangkal serangan radikal bebas yang menyerang tubuh. Cara pemanfaatannya sangat mudah bisa dimakan langsung atau jika tidak suka bisa dibuat sayur yang dicampur dengan bahan lain.

              Konsumsilah petai cina secara rutin sehingga akan terhindar dari penyakit kanker.

              Petai Cina Untuk Basmi Penyakit Cacingan

              Biasanya masalah yang satu ini bisa menyerang siapa saja mulai dari bayi, anak-anak, dewasa bahkan orang tua.

              Cacingan ini membuat si penderita pada umumnya memiliki tubuh kurus karena sari makanan yang masuk kedalam tubuh diserap oleh cacing tersebut.

              Untuk mengatasi masalah cacingan tersebut petai cina menjadi obat tradisional yang ampuh. Ada 2 cara untuk mengatasi cacingan menggunakan petai cina.

              Tumbuk halus biji lantoro yang sudah kering secukupnya. Setelah itu bubuk petai cina tersebut diseduh dengan air panas dan setelah hangat diminum.

              Makananlah petai cina yang masih mentah secara rutin. Hal ini akan membunuh cacing yang ada dalam tubuh serta mengeluarkannya.

              Sumber: jabar.tribunnews.com/

              Senin, 25 Januari 2016

              PHILOSOPHI DAN PRINSIP SEGANTI SETUNGGUAN,

              Jeme kite Besemah sejak zaman baghi dalam niti kehidupan, enjage martabat, kehormatan nga jati diri nye selalu bepegang pade philosopi warisan nining puyang kite, diantare nye  SEGANTI SETUNGGUAN, yang mempunyai nilai dan konsepsi adat seganti setungguan.

              Seganti Setungguan wujud falsafah idup lembage adat LAMPIK EMPAT MERDIKE DUE, tata nilai seganti setungguan isinye nilai kesetiaan terhadap nilai-nilai hidup besame ne encakup sikap nga perilaku, larangan / pantangan, temasuk nilai-nilai pribadi ne ngatur kehidupan bemasyarakat warge di Jagat Besemah Libagh, dapat dijelaskah luk ini.


              Sikap perilaku bemasyarakat, digambarkah dalam kalimat pebase kite sebagai berikut ;
              1. Lughus Tali Belandar Papan, Niat Iluk Tertib Lughus, Rusak Adak Binase Dekde Retinye; jujur, Terus terang, seragi sikap nga perbuatan, niat iluk perbuatan iluk dide rusak binase li pengaruh negatif nga dide lekang li perubahan zaman, aturan main nga adat istiadat selalu dipegang.
              2. Janji Nunggu Kate Betaruh. Retinye; Jangan asak bejanji, jangan asak ngicik saje, kicik an tu harus dipegang teguh, pebase embak ini aghi dide asak ; omong bae ; Janji ditepati, kician ne nguk nian dide pembuhung. Tiap kate terucap ade makne nga ade akibat e.
              3. Utang Mbayar Piutang ditagih Nde ughang Nde ughang Nde dighi Nde dighi. Retinye; idup harus jujur kalu beutang dibayar, piutang harus ditagih, hak milik jeme lain dihormati jangan dirampas, jangan dimaling, jangan dirampok, bande diwik adelah bende diwik hrs dijage dipertahankah. Idup jangan mbilut utang dindak mbayar, dik kene nginak barang tekeridang milik jeme langsung diambik.
              4. Pacak Ulak di Ulak'i Pacak Ngindar di hindari Takut Jangan Belaghi Melawan Jangan Njagal. Retinye; idup tu harus sabar , sabar tu bukan penakut . Segala sual dihadapi dengan sabar, bepikir sehat dide penakut, betanggung jawab, dide menghindar isan di permasalahan. Bijak Bejiwe kestria.
              5. Berangke kelah Pedang siangilah jalan ke ayik, Retinye; senjate dibajikkah, disimpan, nyelesaikah masalah bukan makai senjate pedang; balau, keghis, pisau, dll. Selesai ka permaslahan dengan damai nga bijaksana, lewat musyawarah, bebuat kebaikan kandik keperluan besama (siang i la jalan kayik), bemusuhan dide begune.

              Disamping lime nilai philosopi adat seganti setungguan tu, dalam idup bemasyarakat SEGANTI SETUNGGUAN ade prinsip-prinsip;
              spycam
              • Prinsip Sepincang Sejalan  Retinye; idup rukun damai, besatu ati, besatu pemikiran menjunjung musyawarah mufakat dalam segale gawe jeme banyak.
              • Prinsip Sekundang Seghase Sepenanggungan Retinye; idup rukun, pacak meghase ka perasaan jeme lain baik senang maupun sedih segale sesuatu urusan jeme banyak / bemasyarakat enjadi tanggung jawab besame.
              • Prinsip Luk Uwi Pengarang Rakit Timbul Tenggelam Same-Same Ye Kecik Nurut Ye Besak Peralah Ye Mude Ngikut Ye Tue Ngipat. Retinye; idup penuh toleransi penderitaan kance sanak famili adelah penderitaan diwik pule, kebahagiaan kance sanak pamili juge kebahagian diwik pule. Budak mude nurut patuh taat, ende besak posisi di tengah rajin mbantu ngenjuk semangat , jeme tue melindungi ngenjuk nasehat nga petue-petue , ngenjuk cuntoh.
              • Prinsip Kecik Besak Lanang Betine Iluk Buruk Same Meghase Retinye ; Budak mude, jeme tue , lanang, nga betine enjadi sutik kesatuan tuape kelemak tuape kedimak dighase ka besame, Jauh isan disifat ; Senang nginak jeme sare, sare nginak jeme senang. Jauh isan disifat iri nga dengki.
              • Prinsip Seghepat luk Sukat Sekachung luk Tabung ghate luk diukur, runcing luk tabung ghincung. Retinye; Memandang suatu persoalan harus lengkap isan di segale segi, supaya pacak ngambik kesimpulan, untuk ndapat ka keadilan duniawi.

              Selain Sikap perilaku bermasyarakat juga harus disinergi dengan Sikap perilaku selaku pribadi, Selaku pribadi jeme Besemah harus megang teguh prinsip ;
              tas kamera
              • Ndaklah Calak harus pintar, artinya kite haruslah memiliki ilmu pengetahuan baik di dunia maupun di akhirat.
              • Ndaklah Beganti harus setia, artinya rasa bertanggung jawab, solidaritas dan kesetiaan merupakan unsur penopang jiwa tolong menolong dan rela berkorban dalam suatu masyarakat demi terwujud nya persatuan dan kesatuan.
              • Ndaklah Melawan harus berani,artinya kite dalam menghadapi masalah harus memiliki keberanian yang penuh serta keyakinan ( optimisme ). Kunci pokok dari keberanian adalah kepercayaan terhadap diri sendiri dan menghindari sikap pasrah.
              • Ndaklah Bekencean harus punya perencanaan artinya dalam menghadapi suatu persoalan sebetapa pun rumit nya kite harus memiliki kemampuan untuk melakukan analisa situasi dan penuh perhitungan.
              • Ndaklah Sepade Bepenampe  harus teliti dan waspada Artinya kite perlu memiliki ke telitian tidak ceroboh serta selalu waspada baik dalam berfikir, bersikap, maupun bertindak.