Iluk pule pangkal guritan
mane ringkih pangkal pantunan
Ini die karang cerite
cerite dusun bedame Perdipe
dusun tue kate Puyang madaknye
Perdipe……..
Negeri itu Mekkah kecik julukannye
Nerangi besemah nga tanah Semende
Ayik Lematang di lembaknye
Talang Tumutan Tujuh itu badahnye…
Tahun itu 1483 Masihi
Tecatat dalam kitab Kahas
sampai damenye tembe Syech Baharuddin name jemenye
Nur Qodim itu gelarnye
Puyang Awak anak cucung mantaunye
Ncetuskah adat bedame SEMENDE
Perdipe….
Begilir dame njadikanye
becahaye San di Puyang Awak, Puyang Lebih Penghulu
Hingge Ninik Kiaji Oemar ye meleginde
Ini die ganjur guritan
Pailah kite saling keruankah
Hukum adat ditegakkah!
Hukum agama dijalankah!
Peturat diagungkah!
Sepate didengarkah!
Simbur cahaye jadi pesake semista!
Di sane Tetegak Adat Semende
Tecetus pule Lampik Empat Merdike Due
Lembaga Adat Besendikah Agame Pencipte
banyak pare ulame Kandik Negakkah Peturat di denie
Mak ini ahi Perdipe tinggal cerite
Luk negeri dik benyawe
Banyak jeme dik tau asal-usulnye
Banyak pule ye melupekanye
Guritan la di lambung Lain waktu kite sambung
Numpang ngutip : by Erwinsyah (https://www.facebook.com/notes/padoe-persaudaraan-jeme-semende/guritan-dusun-perdipe-sejarah-tanah-semende/10151046867776899/)
Kamis, 07 Juni 2018
Rabu, 05 April 2017
Peningkatan Tingkat Aktivitas Gunung Dempo
I. Pendahuluan
II. Visual
III. Kegempaan
VI. Kesimpulan
G. Dempo mempunyai dua puncak yaitu: G.Dempo pada ketinggian 3.049 m dpl dan G.Marapi Dempo pada ketinggian 3.173 m dpl. Sejarah letusan Gunung Dempo tercatat sejak tahun 1818 dan hingga kini telah terjadi 21 kejadian. Letusan terakhir terjadi pada tanggal 1 Januari 2009. Frekuensi letusan tidak teratur, periode istirahat dan periode letusan tidak tetap. Jangka waktu terpendek periode istirahat adalah satu tahun sedangkan periode terpanjang adalah 26 tahun. Karakter letusan G. Dempo merupakan Letusan Freatik. Letusan Freatik umumnya berlangsung secara tiba-tiba dan dalam waktu singkat. Sifat letusan G. Dempo yaitu: selalu mengeluarkan lumpur belerang, piroklastik dan air dari danau kawah yang cukup membahayakan bagi daerah sekitarnya. Dampak bahaya letusannya umumnya bersifat lokal dan tersebar di sekitar pusat letusan.
Hasil pemantauan visual yang dilakukan dari Pos PGA Dempo ke puncak G. Dempo pada periode 1 Desember 2016 – 26 Maret 2017, secara umum sebagai berikut:
- Januari 2017. Cuaca cerah – hujan, hembusan asap nihil
- Februari 2017. Cuaca cerah – hujan, hembusan asap nihil
- 1 - 26 Maret 2017. Cuaca cerah – hujan, hembusan asap putih tipis, tinggi asap ± 50 m.
- 27 Maret – 4 April 2017. Cuaca cerah – hujan, hembusan asap putih tipis, tinggi asap ± 50 m.
- Januari 2017, terekam 33 kali Hembusan, 3 kali kejadian gempa Vulkanik Dangkal (VB), 18 kali kejadian gempa Vulkanik Dalam (VA), 1 kali kejadian gempa Tremor, 3 kali kejadian gempa Tektonik Lokal (TL), dan 23 kali kejadian gempa Tektonik Jauh (TJ).
- Februari 2017, terekam 3 kali kejadian gempa Vulkanik Dangkal (VB), 5 kali kejadian gempa Vulkanik Dalam (VA), dan 5 kali kejadian gempa Tektonik Jauh (TJ).
- 1 – 20 Maret 2017, terekam 13 kali kejadian gempa Hembusan, 10 kali kejadian gempa Vulkanik Dangkal (VB), 37 kali kejadian gempa Vulkanik Dalam (VA), 1 kali kejadian gempa Tektonik Lokal (TL), dan 26 kali kejadian gempa Tektonik Jauh (TJ).
- 21 – 26 Maret 2017, terekam 50 kali kejadian gempa Hembusan, 2 kali gempa Tremor (menerus Amax 2 mm), 30 kali kejadian gempa Vulkanik Dangkal (VB), 88 kali kejadian gempa Vulkanik Dalam (VA) dan 14 kali kejadian gempa Tektonik Jauh (TJ).
- 27 Maret – 4 April 2017, terekam 54 kali kejadian gempa Hembusan, gempa Tremor (menerus Amax 1 – 4 mm), 28 kali kejadian gempa Vulkanik Dangkal (VB), 39 kali kejadian gempa Vulkanik Dalam (VA) dan 14 kali kejadian gempa Tektonik Jauh (TJ).
IV. Evaluasi
Hasil pengamatan visual G. Dempo yang dilakukan dari Pos PGA Dempo, pada tanggal 21 Maret – 4 April 2017 terlihat hembusan asap putih tipis, tinggi asap ± 50 m. Hasil pengamatan kegempaan G. Dempo pada periode 21 Maret – 4 April 2017, menunjukan peningkatan bila dibandingkan dengan data sebelumnya.
V. Potensi Bahaya
Letusan Freatik berupa abu dan hujan lumpur bisa terjadi tiba-tiba yang jatuh dalam radius 3 km dari pusat letusan.
- Terjadi peningkatan aktivitas G. Dempo, yang ditunjukkan baik data visual maupun data kegempaan.
- Berdasarkan data visual dan data kegempaan hingga tanggal 4 April 2017 maka tingkat aktivitas G.Dempo dinaikan dari level I (Normal) menjadi Level II (Waspada) sejak tanggal 5 April 2017 pukul 16.00 WIB.
VI. Rekomendasi
Sehubungan dengan peningkatan tingkat aktivitas G. Dempo menjadi Level II (WASPADA), direkomendasikan sebagai berikut:
- Agar masyarakat, pengungjung/wisatawan tidak mendekati dan bermalam (camping) di pusat aktivitas kawah Marapi – G. Dempo dalam radius 3 km, mengingat kawah sebagai pusat letusan dan gas-gas vulkanik yang dapat membahayakan bagi kehidupan.
- Masyarakat di sekitar G. Dempo diharap tenang tidak terpancing isu-isu tentang erupsi G. Dempo, dan agar senantiasa mengikuti arahan dari BPBD dan Pemerintah Kotamadya Pagaralam, Kabupaten Lahat dan Kabupaten Empat Lawang yang senantiasa mendapat laporan tentang aktivitas G.Dempo.
- Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi akan selalu berkoordinasi dengan BNPB, BPBD Provinsi Sumatera Selatan dan BPBD Kotamadya Pagaralam, Kabupaten Lahat dan Kabupaten Empat Lawang dalam memberikan informasi tentang kegiatan G. Dempo
Sumber : http://www.vsi.esdm.go.id/index.php/gunungapi/aktivitas-gunungapi/1518-peningkatan-tingkat-aktivitas-g-dempo
Langganan:
Postingan (Atom)

